Hacker Jual Jasa Ubah Nilai Siswa


Pengguna internet di China bertumbuh dengan pesat. Kepandaian penduduk China dalam memanfaatkan internet pun semakin lihai. Tragisnya, mereka menerapkannya dalam hal negatif atau melanggar hukum.
Berdasarkan rilis Xinhua, Rabu (14/7/2010), hacker di Negeri Tirai Bambu tersebut mengklaim mampu mengubah nilai siswa. Caranya, mereka masuk ke sistem komputer milik universitas dan lembaga sertifikasi sebelum mengubah nilai siswa.

Sebuah mesin pencari online di China menampilkan puluhan hit tentang jasa hacker ini. Para hacker mengatakan mereka dapat mengubah nilai siswa dengan meminta imbalan. Harga yang disodorkan mencapai lebih dari 10 ribu yuan. Kisaran harga layanan ilegal ini tergantung pada jurusan dan universitas yang dituju.

Dalam perbincangan melalui telepon yang tertera dalam satu situs, seseorang yang menolak menyebut identitasnya mengaku sudah membantu beberapa mahasiswa. Slogan pada situs tersebut adalah "Jika Anda buruk dalam ujian, datangi tim hacker kami."

Ketika ditanya apakah nilai untuk subjek yang gagal di Universitas Bisnis Internasional dan Ekonomi bisa diubah, dia mengatakan hal itu tidak menjadi masalah. Para hacker juga sangat berhati-hati dan meminta nomor siswa sebelum menawarkan harga.

Menurut salah satu hacker, operasi tersebut membutuhkan waktu antara satu hingga lima hari kerja dan harga untuk satu perubahan subjek tunggal sekira 1.600 yuan. Pria itu mengaku timnya menjaga setiap detail informasi dan akan menandatangani perjanjian kerahasiaan dengan pelanggan, setelah berhasil membobol sistem dan mengubah nilai.

"Tetaplah menjaga rahasia ini selama kesepakatan berlangsung. Jika Anda membeberkan ke orang lain, nilai Anda bisa menjadi masalah," tandas sang hacker.
 
sumber : http://techno.okezone.com/read/2010/07/14/55/352884/hacker-jual-jasa-ubah-nilai-siswa

Leia Mais…

Pakistan Ringkus Kelompok Hacker Timur Tengah


Pihak otoritas Pakistan mengumumkan telah berhasil menangkap sedikitnya 5 orang yang diduga terlibat dalam kelompok hacker internasional.
Menurut mereka, jaringan kelompok ini sudah beraksi sejak lama, dan mereka sudah merusak ribuan situs nasional maupun internasional. Selain merusak laman situs, mereka juga teridentifikasi sering melakukan penipuan secara online.

"Lima orang yang kami tangkap berasal dari salah satu kelompok yang teridentifikasi bernama Pakbugs. Kami menangkapnya saat melakukan operasi bersama dengan negara-negara lain," terang pejabat Federal Investigation Agency (FIA) Mian Idrees, seperti yang dilansir AFP, Senin (12/7/2010).

Selain menangkap lima anggota kelompok hacker internasional tersebut, pihak yang berwenang juga melakukan penyitaan terhadap berbagai macam peralatan yang digunakan oleh penjahat cyber tersebut dalam menjalankan aksinya.

"Kelompok ini terlibat dalam pembajakan atau perusakan ribuan web milik pemerintah, non-pemerintah dan organisasi internasional. Mereka juga terlibat dalam penipuan kartu kartu kredit," tambah Idrees.

Dari hasil investigasi diketahui, kalau kelompok hacker Pakbugs berbasis di Arab Saudi dan didirikan oleh awad Ehsan alias Humza. Namun demikian, pihak berwajib memastikan tidak ada hubungannya antara kelompok hacker ini dengan terorisme cyber.
 
sumber : http://techno.okezone.com/read/2010/07/12/55/352095/pakistan-ringkus-kelompok-hacker-timur-tengah

Leia Mais…

Etika Dunia Maya (Cyberworld Ethics)

Sejak terciptanya, dunia maya selalu menjadi kontroversi. Kekhawatiran akan pergeseran nilai sosial masyarakat menjadi sangat tinggi ketika komputer telah menjadi gaya hidup yang tidak bisa terelakkan bagi masyarakat modern. Nilai-nilai dimana dulu masyarakat saling bertemu dan mengunjungi satu sama lain, kini mulai bergeser dengan saling berkomunikasi melalui dunia maya. Dunia maya pun dibanjiri dengan ‘warga negara’ baru yang tidak terpisahkan ruang dan waktu. Dari situ muncul lah berbagai komunitas didunia maya demi memuaskan keinginan dan kebutuhan manusia akan informasi.

Seiring dengan perkembangan sebuah dunia baru, yaitu dunia maya, maka konvensi-konvensi, etika, dan hukumpun harus dibuat demi menjaga eksistensi dunia maya. Karena posisinya yang rentan dengan atmosfer kejahatan, dunia maya menjadi sosok yang cukup ditakuti berbagai kalangan. Dari mulai hacking,cracking sampai carding. Orang bisa dengan semaunya mengirimkan email kepada banyak orang tanpa peduli orang yang dikirimi itu menginginkannya atau tidak. Orang bisa menerobos masuk ke dalam komputer lain untuk memanfaatkannya demi kepentingan pribadi. Dan banyak hal lain lagi yang dalam dunia nyata jelas jelas mereka bisa disamakan dengan tindak kriminal.
Kemudian yang patut kita sadari sebagai bangsa yang menjunjung tinggi etika kesopanan, maka ada beberapa hal sebenernya yang perlu diperhatikan dalam berinteraksi didunia cyber. Banyak dari kita yang acuh tak acuh terhadap etika ini, dan tentu saja kita bisa menyamakannya dengan “orang yang tidak beradab” atau “orang yang tidak mengerti etika” .. bahkan kalau mau lebih ekstrim lagi ada yang menyebutnya “Pelacur cyber”..wew. Kalo saya sendiri cukup menyebutnya dengan sebutan yang sopan “AMATIR !”.
Tahun 2008 yang lalu seorang Yahudi, pengamat manajemen bisnis bernama Yehezkiel A.G, membuat “The Ten Commandement of Computer Ethics”, sebutan untuk etika berkomputer yang dia formulasikan. Kalo melihat namanya memang sangat Yahudi sekali, karena mirip dengan 10 Perintah Tuhan yang diperintahkan kepada Moses yang sampe sekarang masih ada di Perjanjian Lama. The Ten Commandement of Computer Ethics, atau terjemahan lepasnya 10 Perintah Etika berkomputer berisi :
  1. Jangan menggunakan komputer untuk merugikan orang lain
  2. Jangan melanggar atau mengganggu hak atau karya komputer orang lain
  3. Jangan memata-matai file-file yang bukan haknya
  4. Jangan menggunakan komputer untuk mencuri
  5. Jangan menggunakan komputer untuk memberikan kesaksian palsu
  6. Jangan menduplikasi atau menggunakan software tanpa membayar
  7. Jangan menggunakan sumberdaya komputer orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan
  8. Jangan mencuri kekayaan intelektual orang lain
  9. Pertimbangkan konsekuensi dari program yang dibuat atau sistem komputer yang dirancang
  10. Selalu mempertimbangkan dan menaruh respek terhadap sesama saat menggunakan komputer
Dan sebagai masayarakat dunia maya yang teregistrasi secara otomatis, maka sudah sepantasnyalah kita tetap menjaga dan mematuhi etika dunia cyber ini. Saya rasa dengan perkembangan teknologi yang cukup cepat dan dengan diiringi netizen (warga negara dunia maya) yang beretika, maka dunia maya bukan lagi menjadi dunia yang perlu diwaspadai secara berlebihan.


sumber : http://www.karawanginfo.com/?p=2378

Leia Mais…
..::Selamat Datang Di Blog Mas Jack,... Mari Berbagi Pengetahuan::..
Related Posts with Thumbnails