Showing posts with label security. Show all posts
Showing posts with label security. Show all posts
Indonesia 5 Besar Negara Penghasil Virus di Dunia
Indonesia tidak hanya sebagai negara dengan pengguna internet cukup besar di dunia. Tapi Indonesia juga masuk 5 besar negara penghasil virus terbanyak di dunia. Wow!
Fakta tersebut diungkapkan oleh Erwin Yovitanto, Product Manager Astrindo Starvision - Distributor Kaspersky untuk Indonesia saat berbincang dengan detikINET di d'Palm, Bandung, Jumat (23/7/2010) sore.
"Indonesia masuk 5 besar untuk negara penghasil virus di dunia," katanya.
Fakta ini sebenarnya tidak mengherankan. Pasalnya, data yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), pengguna internet di Indonesia jumlahnya sudah mencapai 45 juta.
"Ya karena pengguna internet di Indonesia cukup besar, maka wajar jika jumlah virus yang dihasilkan juga besar," ungkapnya.
Pun demikian, sambungnya, jenis virus yang dibuat oleh Indonesia tidak termasuk virus yang ganas. Kebanyakan dari virus buatan Indonesia hanya menampilkan pesan atau menyembunyikan file-file tertentu. Bukan virus yang bisa merusak.
"Ngga merusak. Lebih ke arah iseng-iseng saja. Coba-coba bikin virus. Memang banyak jenisnya. Tapi rata-rata hanya menampilkan kata-kata atau pesan-pesan tertentu atau juga hidden file. Ya, hanya merepotkan lah. Tidak membahayakan," tuturnya.
Menyandang predikat sebagai salah satu negara yang banyak membuat virus, Indonesia pun menjadi negara sasaran serangan cyber. Data yang dimiliki oleh Kaspersky, Indonesia di kuartal pertama tahun 2010 menempati posisi ke 20 negara yang menjadi sasaran penjahat cyber. Periode yang sama ditahun sebelumnya, Indonesia tidak masuk ke 20 besar. Data tersebut berdasarkan analisa dari www.securelist.com
"Di Asean, Vietnam, Malaysia, Thailand dan Philipina selalu menjadi target serangan. Indonesia baru-baru ini masuk ke 20 besar. Sedangkan negara yang paling sering menjadi sasaran adalah China, Rusia, India dan Amerika Serikat," jelasnya.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/07/24/110645/1405715/323/indonesia-5-besar-negara-penghasil-virus-di-dunia/ Leia Mais…
'Samurai Cyber' Latih Jawara Keamanan TI Indonesia
Para jawara keamanan cyber Indonesia mendapat tamu khusus beberapa waktu lalu, yakni kedatangan tamu ahli kemanan TI asal Jepang. Sang Samurai cyber pun melatih para jawara lokal.
IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Informasi Internet Traffic Monitooring ID-SIRTII mengatakan, si Samurai Cyber kali ini memberikan pelatihan gratis dalam bentuk training bertajuk 'Malware Analysis Training' di ID-SIRTII.
Mereka yang dilatih berasal dari berbagai institusi penting di Indonesia seperti dari kepolisian RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Internet Service Provider dan para peneliti kampus.
Siapakah si Samurai Cyber ini? Dia adalah Takayoshi Shiigi, Manager dan Analis Senior dari Analysis Center JPCERT/CC yang sudah bekerja di bidang cyber security selama 13 tahun.
Shiigi mengatakan bahwa orang Indonesia sangat mudah untuk diajak bekerja sama dan cepat mengerti dalam menggali ilmu-ilmu analisis malware. "Seberat apapun materi yang diberikan, orang-orang Indonesia tetap bertahan dan ingin menguasai ilmu-ilmu pertahanan cyber ini," kata Mantra, menggambarkan penilaian Shiigi.
Keisuke Kamata, Deputy Director of Global Coordination Division JPCERT/CC juga mengatakan, sepertinya analisis malware adalah ilmu baru bagi orang-orang Indonesia. Makanya mereka begitu antusias untuk dapat menguasainya.
Memang di Jepang, ilmu analisis malware sudah dipelajari di bangku kuliah sejak beberapa tahun lalu. Sementara penelitian di Jepang untuk bidang malware jauh lebih dalam untuk menangkis berbagai serangan cyber hacking.
"Kamata dan pemerintah Jepang sangat fokus terhadap berbagai penelitian dan pekerjaan menangkis serangan cyber hacking termasuk berbagai malware yang dikirim dari negara-negara lain, sehingga perlu kerja sama lebih lanjut dengan negara lain yang ingin bersama-sama menghalau serangan cyber," tutur Mantra.
Pemerintah Jepang pun berjanji akan memberikan berbagai pelatihan gratis bidang cyber security dan instruktur terbaik kepada putra putri Indonesia yang memang ingin fokus untuk memperkuat pertahanan informasi negara Indonesia baik sekarang dan di masa-masa yang akan datang.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/07/22/093641/1404303/323/samurai-cyber-latih-jawara-keamanan-ti-indonesia/ Leia Mais…
IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Informasi Internet Traffic Monitooring ID-SIRTII mengatakan, si Samurai Cyber kali ini memberikan pelatihan gratis dalam bentuk training bertajuk 'Malware Analysis Training' di ID-SIRTII.
Mereka yang dilatih berasal dari berbagai institusi penting di Indonesia seperti dari kepolisian RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Internet Service Provider dan para peneliti kampus.
Siapakah si Samurai Cyber ini? Dia adalah Takayoshi Shiigi, Manager dan Analis Senior dari Analysis Center JPCERT/CC yang sudah bekerja di bidang cyber security selama 13 tahun.
Shiigi mengatakan bahwa orang Indonesia sangat mudah untuk diajak bekerja sama dan cepat mengerti dalam menggali ilmu-ilmu analisis malware. "Seberat apapun materi yang diberikan, orang-orang Indonesia tetap bertahan dan ingin menguasai ilmu-ilmu pertahanan cyber ini," kata Mantra, menggambarkan penilaian Shiigi.
Keisuke Kamata, Deputy Director of Global Coordination Division JPCERT/CC juga mengatakan, sepertinya analisis malware adalah ilmu baru bagi orang-orang Indonesia. Makanya mereka begitu antusias untuk dapat menguasainya.
Memang di Jepang, ilmu analisis malware sudah dipelajari di bangku kuliah sejak beberapa tahun lalu. Sementara penelitian di Jepang untuk bidang malware jauh lebih dalam untuk menangkis berbagai serangan cyber hacking.
"Kamata dan pemerintah Jepang sangat fokus terhadap berbagai penelitian dan pekerjaan menangkis serangan cyber hacking termasuk berbagai malware yang dikirim dari negara-negara lain, sehingga perlu kerja sama lebih lanjut dengan negara lain yang ingin bersama-sama menghalau serangan cyber," tutur Mantra.
Pemerintah Jepang pun berjanji akan memberikan berbagai pelatihan gratis bidang cyber security dan instruktur terbaik kepada putra putri Indonesia yang memang ingin fokus untuk memperkuat pertahanan informasi negara Indonesia baik sekarang dan di masa-masa yang akan datang.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/07/22/093641/1404303/323/samurai-cyber-latih-jawara-keamanan-ti-indonesia/ Leia Mais…
Label:
security
15 Bank AS Diserang 'Zeus'
Kejahatan cyber kembali mengancam dunia perbankan. Kasus terbaru dilakukan virus Zbot Trojan atau yang biasa disebut 'Zeus' yang menyerang sistem verifikasi Securecode Visa dan MasterCard.
Zeus atau Zbot dilaporkan mampu menginfeksi komputer dan mendownload data, termasuk account bank, password kartu kredit dan sebagainya. Menurut perusahaan keamanan Trusteer, ada 15 bank di Amerika Serikat terkena serangan virus ini. Sayang, bank apa saja yang dimaksud tak diungkapkannya.
Seperti dikutip detikINET dari Tech World, Jumat (17/7/2010), berbagai informasi penting bisa dicakup virus ini, termasuk nomor kartu jaminan sosial dan nomor identitas pribadi atau PIN. Data yang diambil akan langsung dikirim secara real time ke server yang dijalankan oleh sang dedemit maya.
"Beberapa pengguna mungkin curiga ketika diminta untuk memasukkan informasi kartu kredit atau debet sebagai bagian dari proses login online banking," tutur CTO Trusteer, Amit Klein.
"Serangan ini biasanya akan menampilkan program pencegahan penipuan online yang biasa digunakan Visa dan MasterCard untuk membuat permintaan tersebut tampak sah," tambahnya.
Untuk menghindari serangan seperti ini, para calon pengguna kartu diminta untuk terus berhati-hati dan selalu mengupdate antivirus karena tak semua bank akan memberikan kompensasi atas kerugian yang diderita tanpa bukti pendukung.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/07/16/155152/1400832/323/15-bank-as-diserang-zeus/?i991102105 Leia Mais…
Zeus atau Zbot dilaporkan mampu menginfeksi komputer dan mendownload data, termasuk account bank, password kartu kredit dan sebagainya. Menurut perusahaan keamanan Trusteer, ada 15 bank di Amerika Serikat terkena serangan virus ini. Sayang, bank apa saja yang dimaksud tak diungkapkannya.
Seperti dikutip detikINET dari Tech World, Jumat (17/7/2010), berbagai informasi penting bisa dicakup virus ini, termasuk nomor kartu jaminan sosial dan nomor identitas pribadi atau PIN. Data yang diambil akan langsung dikirim secara real time ke server yang dijalankan oleh sang dedemit maya.
"Beberapa pengguna mungkin curiga ketika diminta untuk memasukkan informasi kartu kredit atau debet sebagai bagian dari proses login online banking," tutur CTO Trusteer, Amit Klein.
"Serangan ini biasanya akan menampilkan program pencegahan penipuan online yang biasa digunakan Visa dan MasterCard untuk membuat permintaan tersebut tampak sah," tambahnya.
Untuk menghindari serangan seperti ini, para calon pengguna kartu diminta untuk terus berhati-hati dan selalu mengupdate antivirus karena tak semua bank akan memberikan kompensasi atas kerugian yang diderita tanpa bukti pendukung.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/07/16/155152/1400832/323/15-bank-as-diserang-zeus/?i991102105 Leia Mais…
Label:
Cyber Crime,
security
Eropa Penghasil Email Sampah No.1 Dunia
Eropa kembali menggungguli Asia. Kali ini bukan karena sebuah prestasi, tapi karena benua biru itu menjadi produsen penghasil email sampah (junk email atau spam) terbanyak di dunia. Eropa kini nomor satu.
Sophos, firma keamanan internet dan komputer asal Inggris, menyebutkan lebih dari sepertiga jumlah spam dunia pada kuartal kedua 2010 berasal dari Eropa, sedikit lebih banyak dari spam yang dihasilkan negara-negara di Asia.
Jika mau dikerucutkan lagi, seperti detikINET kutip dari AFP, Jumat (16/7/2010), dari semua negara-negara Eropa, Inggris mengalami peningkatan "kontribusi" paling besar dalam menghasilkan jumlah email spam.
"Inggris mengalami peningkatan sinifikan dalam proporsi spam, yakni berkontribusi sekitar 4,6% dari total jumlah spam di seluruh dunia. Angka ini menempatkan Inggris di urutan keempat sebagai penghasil spam raksasa, meningkat tajam dari tahun lalu yang masih berada di posisi sembilan," demikian bunyi laporan tersebut.
Studi ini juga menyebutkan, peningkatan dalam menghasilkan spam yang terjadi di Prancis, Italia, Polandia dan Inggris ini turut memicu Eropa sebagai raksasa penghasil spam. Sebelumnya, predikat spammer terbesar pernah disandang Asia dengan negara penyumbang terbanyak Vietnam dan China.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/07/16/074514/1400424/323/eropa-penghasil-email-sampah-no1-dunia/?i991102105 Leia Mais…
Sophos, firma keamanan internet dan komputer asal Inggris, menyebutkan lebih dari sepertiga jumlah spam dunia pada kuartal kedua 2010 berasal dari Eropa, sedikit lebih banyak dari spam yang dihasilkan negara-negara di Asia.
Jika mau dikerucutkan lagi, seperti detikINET kutip dari AFP, Jumat (16/7/2010), dari semua negara-negara Eropa, Inggris mengalami peningkatan "kontribusi" paling besar dalam menghasilkan jumlah email spam.
"Inggris mengalami peningkatan sinifikan dalam proporsi spam, yakni berkontribusi sekitar 4,6% dari total jumlah spam di seluruh dunia. Angka ini menempatkan Inggris di urutan keempat sebagai penghasil spam raksasa, meningkat tajam dari tahun lalu yang masih berada di posisi sembilan," demikian bunyi laporan tersebut.
Studi ini juga menyebutkan, peningkatan dalam menghasilkan spam yang terjadi di Prancis, Italia, Polandia dan Inggris ini turut memicu Eropa sebagai raksasa penghasil spam. Sebelumnya, predikat spammer terbesar pernah disandang Asia dengan negara penyumbang terbanyak Vietnam dan China.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/07/16/074514/1400424/323/eropa-penghasil-email-sampah-no1-dunia/?i991102105 Leia Mais…
Label:
Cyber Crime,
Internet,
security
Situs Interpol Indonesia Kena Sambet Dedemit Maya
Situs Interpol Indonesia, yang beralamat di Interpol.go.id, diyakini telah jadi korban aksi iseng dedemit maya. Sang pelaku meninggalkan jejak kalimat singkat gaya 'alay'.
Interpol merupakan lembaga intelijen yang memungkinkan kerjasama intelijen antara penegak hukum di berbagai negara. Di Indonesia, kehadiran Interpol juga ada di dunia maya lewat situs Interpol.go.id.
Informasi yang diterima detikINET, Selasa (12/7/2010), menyebutkan adanya aksi iseng dedemit maya pada situs tersebut. Namun, saat dikunjungi pada pukul 15:40 WIB, akses ke situs tersebut tampaknya terganggu.
Penelusuran di Zone-H, lembaga yang merekam aksi perubahan 'wajah' situs di internet, menyebutkan memang telah terjadi keisengan di situs Interpol.go.id. Sang pelaku menggunakan nama cr4wl3r (dibaca:crawler) dan tercatat menyerbu Interpol.go.id pada 12 Juli 2010.
Menurut Zone-H, pesan yang sempat ditinggalkan Crawler berbunyi: cr4wl3r w4s h3r3 dud3 :p~. Artinya kurang lebih adalah 'crawler pernah main di sini bung!', bagai sebuah ledekan santai dari sang pelaku.
Gaya penulisan pesan itu mirip dengan yang biasa digunakan kelompok 'alay' dalam menulis pesan di forum online maupun via pesan singkat. Di luar negeri gaya penulisan ini dikenal juga sebagai 'l33t speak' dan memang dipopulerkan oleh kalangan dedemit maya.
Hingga pukul 15:50 WIB, situs Interpol.go.id belum juga bisa diakses. Bisa jadi situs itu sedang dalam upaya perbaikan sehingga perlu dimatikan sementara.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/07/13/160030/1398423/323/situs-interpol-indonesia-kena-sambet-dedemit-maya/ Leia Mais…
Interpol merupakan lembaga intelijen yang memungkinkan kerjasama intelijen antara penegak hukum di berbagai negara. Di Indonesia, kehadiran Interpol juga ada di dunia maya lewat situs Interpol.go.id.
Informasi yang diterima detikINET, Selasa (12/7/2010), menyebutkan adanya aksi iseng dedemit maya pada situs tersebut. Namun, saat dikunjungi pada pukul 15:40 WIB, akses ke situs tersebut tampaknya terganggu.
Penelusuran di Zone-H, lembaga yang merekam aksi perubahan 'wajah' situs di internet, menyebutkan memang telah terjadi keisengan di situs Interpol.go.id. Sang pelaku menggunakan nama cr4wl3r (dibaca:crawler) dan tercatat menyerbu Interpol.go.id pada 12 Juli 2010.
Menurut Zone-H, pesan yang sempat ditinggalkan Crawler berbunyi: cr4wl3r w4s h3r3 dud3 :p~. Artinya kurang lebih adalah 'crawler pernah main di sini bung!', bagai sebuah ledekan santai dari sang pelaku.
Gaya penulisan pesan itu mirip dengan yang biasa digunakan kelompok 'alay' dalam menulis pesan di forum online maupun via pesan singkat. Di luar negeri gaya penulisan ini dikenal juga sebagai 'l33t speak' dan memang dipopulerkan oleh kalangan dedemit maya.
Hingga pukul 15:50 WIB, situs Interpol.go.id belum juga bisa diakses. Bisa jadi situs itu sedang dalam upaya perbaikan sehingga perlu dimatikan sementara.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/07/13/160030/1398423/323/situs-interpol-indonesia-kena-sambet-dedemit-maya/ Leia Mais…
Label:
Cyber Crime,
Etika Profesi,
hacker,
security
Microsoft Disusupi Mata-mata Rusia
Kasus mata-mata Rusia yang menyusup di Amerika Serikat rupanya turut menyeret nama Microsoft. Tak disangka, salah satu dari 12 mata-mata yang ditangkap otoritas AS selama ini bekerja di raksasa teknologi milik Bill Gates tersebut.
Alexey Karetnikov, nama sang mata-mata, selama ini dikenal sebagai karyawan Microsoft yang tinggal di sebuah apartemen di kawasan Redmond, kantor pusat Microsoft.
Seorang anggota FBI mengaku sebelumnya telah memonitor gerak-gerik mencurigakan pemuda 20 tahunan ini, sehingga diputuskan untuk melakukan aksi spionase atas Karetnikov sebelum akhirnya dicokok.
Sayangnya setelah ditangkap, pihak FBI mengaku tidak dapat mengumpulkan banyak informasi dari Karetnikov. Akhirnya ia hanya dituntut atas tindak kejahatan imigrasi. Namun tetap saja, Karetnikov tetap dicurigai FBI memiliki hubungan 'spesial' dengan mata-mata cantik Rusia Anna Chapman yang sudah dipastikan terkait dengan Moskow.
Dikutip detikINET dari Tg Daily, Kamis (15/7/2010), dalam akun Facebooknya, Karetnikov mengaku tak cuma bekerja di Microsoft, namun juga di perusahaan lain yang bernama Neobit.
Pihak Microsoft sendiri mengakui jika Karetnikov memang benar merupakan salah satu karyawannya. Pemuda ini dikatakan telah bergabung dengan perusahaan software terbesar di dunia itu selama 9 bulan.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/07/15/131158/1399786/398/microsoft-disusupi-mata-mata-rusia/ Leia Mais…
Alexey Karetnikov, nama sang mata-mata, selama ini dikenal sebagai karyawan Microsoft yang tinggal di sebuah apartemen di kawasan Redmond, kantor pusat Microsoft.
Seorang anggota FBI mengaku sebelumnya telah memonitor gerak-gerik mencurigakan pemuda 20 tahunan ini, sehingga diputuskan untuk melakukan aksi spionase atas Karetnikov sebelum akhirnya dicokok.
Sayangnya setelah ditangkap, pihak FBI mengaku tidak dapat mengumpulkan banyak informasi dari Karetnikov. Akhirnya ia hanya dituntut atas tindak kejahatan imigrasi. Namun tetap saja, Karetnikov tetap dicurigai FBI memiliki hubungan 'spesial' dengan mata-mata cantik Rusia Anna Chapman yang sudah dipastikan terkait dengan Moskow.
Dikutip detikINET dari Tg Daily, Kamis (15/7/2010), dalam akun Facebooknya, Karetnikov mengaku tak cuma bekerja di Microsoft, namun juga di perusahaan lain yang bernama Neobit.
Pihak Microsoft sendiri mengakui jika Karetnikov memang benar merupakan salah satu karyawannya. Pemuda ini dikatakan telah bergabung dengan perusahaan software terbesar di dunia itu selama 9 bulan.
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/07/15/131158/1399786/398/microsoft-disusupi-mata-mata-rusia/ Leia Mais…
Label:
Cyber Crime,
security
Pembajak Akun Twitter Obama Tak Dipenjara
Masih ingat ketika akun Twitter Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dibajak? Ya, sang pelaku telah disidang dan dinyatakan bersalah.
Meski demikian, ia tak akan masuk penjara. Hal ini karena pelaku dengan nama samaran HackerCroll ini hanya dikenai hukuman penjara tertunda selama lima bulan.
Pria yang bernama asli Francois Cousteix ini membajak akses masuk ke akses administrator Twitter. Setelah masuk, ia kemudian menyusup ke akun para politisi AS dan artis.
'Korban' Cousteix termasuk Obama, Lily Allen dan Britney Spears. Namun, Cousteix membela dirinya dengan mengatakan yang ia lakukan hanyalah untuk alasan pencegahan.
Ia ingin membuktikan bahwa siapa saja bisa memperoleh informasi rahasia melalui akses normal. Konon ia membobol password admin Twitter melalui informasi yang tersedia di ranah publik.
Hukuman penjara tertunda itu artinya Cousteix masih bisa menikmati udara bebas. Ia pun mengaku lega atas keputusan itu.
"Saya melakukannya untuk alasan pencegahan, bukan untuk menyakiti orang," ujar Cousteix seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Sabtu (25/6/2010).
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/06/26/100648/1387070/323/pembajak-akun-twitter-obama-tak-dipenjara/ Leia Mais…
Meski demikian, ia tak akan masuk penjara. Hal ini karena pelaku dengan nama samaran HackerCroll ini hanya dikenai hukuman penjara tertunda selama lima bulan.
Pria yang bernama asli Francois Cousteix ini membajak akses masuk ke akses administrator Twitter. Setelah masuk, ia kemudian menyusup ke akun para politisi AS dan artis.
'Korban' Cousteix termasuk Obama, Lily Allen dan Britney Spears. Namun, Cousteix membela dirinya dengan mengatakan yang ia lakukan hanyalah untuk alasan pencegahan.
Ia ingin membuktikan bahwa siapa saja bisa memperoleh informasi rahasia melalui akses normal. Konon ia membobol password admin Twitter melalui informasi yang tersedia di ranah publik.
Hukuman penjara tertunda itu artinya Cousteix masih bisa menikmati udara bebas. Ia pun mengaku lega atas keputusan itu.
"Saya melakukannya untuk alasan pencegahan, bukan untuk menyakiti orang," ujar Cousteix seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Sabtu (25/6/2010).
sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/06/26/100648/1387070/323/pembajak-akun-twitter-obama-tak-dipenjara/ Leia Mais…
Label:
Cyber Crime,
Kode Etik,
security
AS Pimpin Serangan Cyber Dunia
Amerika Serikat (AS) dituding menjadi sumber terbesar serangancyber yang wara-wiri di dunia maya. Asal serangan yang berasal dari negara adidaya itu dinilai memiliki rasio 1,6. Artinya dari 1.000 PC terdapat 1.660 percobaan serangan yang dihasilkan.
Demikian penilaian yang diungkap perusahaan sekuriti SecureWorks dalam pengamatannya selama enam bulan terakhir. Berbeda dengan AS, India justru mendapat nilai paling 'bersih' dengan rasio 0,05.
Riset ini memang tidak menghitung seluruh negara di dunia. Hanya memilih 16 negara yang dianggap memiliki penetrasi komputer yang besar.
SecureWorks melakukan perhitungan berdasarkan jumlah percobaan serangan yang dikumpulkan sejak Januari hingga Juli 2010. Data tersebut kemudian disaring berdasarkan alamat IP dan jumlah PC per negara yang diteliti.
Nah, dari data-data itulah nama AS muncul di posisi pertama. AS diprediksi memiliki 265,7 juta unit PC dan percobaan serangan sebanyak 441 juta serangan dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Dari dua angka di ataslah rasio 1,6 itu ditetapkan.
China yang selama ini dikenal sebagai sarangnya para penjahat cyber justru mendapat nilai yang 'lumayan'. Diprediksi memiliki jumlah PC 102,7 unit dan 20,6 juta percobaan serangan, Negeri Tirai Bambu itu menempati posisi ke-7 dengan rasio 0,2.
Hasil di luar dugaan justru diterima Korea Selatan, yang memiliki rasio cukup tinggi, yakni 0,8 sehingga didapuk pada posisi ke-2 di bawah AS.
Negara lain yang juga ikut masuk dalam penilaian adalah Rusia (dengan rasio 0,52), Taiwan (0,3), Kanada (0,29), Jepang (0,21), China (0,2), Spanyol (0,15), Meksiko (0,13), Italia (0,13), Inggris (0,1), Prancis (0,1), Brasil (0,08), Jerman (0,07), dan Belanda (0,05).
Jon Ramsey, CTO dari SecureWorks mengatakan, berbagai hal melatarbelakangi terjadinya percobaan serangan yang dilakukan para pelaku. Mulai dari kecepatan internet yang mereka dapatkan, peran serta ISP setempat hingga sosialisasi edukasi soal keamanan berinternet yang ada di masing-masing negara.
"Rasio pengguna Windows, Mac, dan Linux juga memberi pengaruh," tukas Ramsey, dikutipdetikINET dari Softpedia, Selasa (6/7/2010 Leia Mais…
Demikian penilaian yang diungkap perusahaan sekuriti SecureWorks dalam pengamatannya selama enam bulan terakhir. Berbeda dengan AS, India justru mendapat nilai paling 'bersih' dengan rasio 0,05.
Riset ini memang tidak menghitung seluruh negara di dunia. Hanya memilih 16 negara yang dianggap memiliki penetrasi komputer yang besar.
SecureWorks melakukan perhitungan berdasarkan jumlah percobaan serangan yang dikumpulkan sejak Januari hingga Juli 2010. Data tersebut kemudian disaring berdasarkan alamat IP dan jumlah PC per negara yang diteliti.
Nah, dari data-data itulah nama AS muncul di posisi pertama. AS diprediksi memiliki 265,7 juta unit PC dan percobaan serangan sebanyak 441 juta serangan dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Dari dua angka di ataslah rasio 1,6 itu ditetapkan.
China yang selama ini dikenal sebagai sarangnya para penjahat cyber justru mendapat nilai yang 'lumayan'. Diprediksi memiliki jumlah PC 102,7 unit dan 20,6 juta percobaan serangan, Negeri Tirai Bambu itu menempati posisi ke-7 dengan rasio 0,2.
Hasil di luar dugaan justru diterima Korea Selatan, yang memiliki rasio cukup tinggi, yakni 0,8 sehingga didapuk pada posisi ke-2 di bawah AS.
Negara lain yang juga ikut masuk dalam penilaian adalah Rusia (dengan rasio 0,52), Taiwan (0,3), Kanada (0,29), Jepang (0,21), China (0,2), Spanyol (0,15), Meksiko (0,13), Italia (0,13), Inggris (0,1), Prancis (0,1), Brasil (0,08), Jerman (0,07), dan Belanda (0,05).
Jon Ramsey, CTO dari SecureWorks mengatakan, berbagai hal melatarbelakangi terjadinya percobaan serangan yang dilakukan para pelaku. Mulai dari kecepatan internet yang mereka dapatkan, peran serta ISP setempat hingga sosialisasi edukasi soal keamanan berinternet yang ada di masing-masing negara.
"Rasio pengguna Windows, Mac, dan Linux juga memberi pengaruh," tukas Ramsey, dikutipdetikINET dari Softpedia, Selasa (6/7/2010 Leia Mais…
Label:
security
Subscribe to:
Posts (Atom)